Dua Terduga Pembunuh Nus Kei Dipindah ke Ambon

Nus Kei

Dua Terduga Pembunuh Nus Kei Dipindahkan ke Polda Maluku untuk Pemeriksaan Intensif
HR dan FU Dikawal Ketat dalam Perjalanan dari Maluku Tenggara ke Ambon

Dua orang terduga pelaku penusukan terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, masing-masing berinisial HR (28) dan FU (39), resmi dipindahkan dari Maluku Tenggara menuju Ambon pada Senin (20/4). Pemindahan ini dilakukan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap untuk memastikan keamanan selama proses perjalanan sekaligus menjamin kelancaran proses hukum.

Baca Juga “Video: Gempa M 7,4 Guncang Jepang, PM Jepang Minta Warganya Mengungsi

Langkah pemindahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan penyidikan yang lebih intensif di tingkat Polda Maluku. Sebelumnya, kedua tersangka sempat diamankan dan ditahan di Markas Brimob Maluku Tenggara sejak proses penangkapan awal pascakejadian penusukan yang menewaskan korban di area Bandara Sadsuitubun.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, membenarkan bahwa kedua tersangka saat ini tengah dalam perjalanan menuju Ambon. Ia menyebutkan bahwa setibanya di ibu kota provinsi, keduanya akan langsung dibawa ke Mapolda Maluku untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Sedang dibawa ke Ambon, sedang perjalanan ke Ambon,” ujar Rositah, Senin (20/4).

Pemeriksaan di Polda Maluku dilakukan untuk memperdalam keterangan terkait kronologi peristiwa serta mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan korban. Penyidik juga akan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Peristiwa penusukan terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 12.00 WIT di area Bandara Sadsuitubun, Maluku Tenggara. Kejadian berlangsung tidak lama setelah pesawat yang membawa korban mendarat di bandara. Situasi di lokasi sempat memicu kepanikan karena insiden terjadi di ruang publik dengan aktivitas penumpang yang cukup padat.

Korban, Agrapinus Rumatora atau yang lebih dikenal sebagai Nus Kei, merupakan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara. Usai ditusuk, korban segera mendapatkan pertolongan medis dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, meski telah mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik di wilayah Maluku Tenggara karena korban merupakan tokoh politik daerah yang cukup dikenal dan memiliki pengaruh di lingkup lokal. Kejadian yang berlangsung di area bandara juga menimbulkan perhatian serius terkait aspek keamanan fasilitas publik.

Setelah kejadian, aparat kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi. Tidak berselang lama, dua terduga pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan awal.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap dugaan motif awal penusukan berkaitan dengan persoalan dendam pribadi antara pelaku dan korban. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa motif tersebut masih bersifat sementara dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

“Motifnya itu dendam, dari hasil penyelidikan sementara itu,” kata Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Sehendi.

Hingga saat ini, penyidik terus mengumpulkan berbagai bukti tambahan, termasuk keterangan saksi mata, rekaman di sekitar lokasi kejadian, serta barang bukti lainnya yang relevan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara utuh dan akurat.

Proses penyidikan juga dilakukan secara hati-hati mengingat sensitivitas kasus yang melibatkan tokoh politik daerah. Kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku tanpa adanya intervensi pihak mana pun.

Kasus ini juga mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat yang berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan tuntas. Aparat kepolisian diharapkan dapat mengungkap motif sebenarnya serta memastikan tidak ada fakta yang terlewat dalam penyidikan.

Ke depan, Polda Maluku akan melanjutkan pemeriksaan mendalam terhadap HR dan FU untuk memperjelas latar belakang kejadian serta kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat. Pemeriksaan lanjutan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai motif, kronologi, serta perencanaan dalam insiden penusukan tersebut.

Dengan pengawalan ketat proses hukum dan pengumpulan bukti yang terus dilakukan, kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga tuntas. Masyarakat pun diharapkan dapat menunggu hasil penyidikan resmi tanpa berspekulasi lebih jauh, sembari memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara optimal.

Baca Juga “Wanita yang Maki-maki Pemotor dan Pukul Anak di Mojokerto Menangis Berlutut Saat Mediasi: Saya Khilaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *