Festival Lampion Waisak 2026 Digelar di Candi Borobudur

Festival Lampion Waisak 2026 Kembali Digelar di Candi Borobudur

Perayaan Waisak 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipastikan kembali berlangsung meriah dengan digelarnya Festival Lampion Waisak pada 31 Mei 2026. Agenda tahunan ini menjadi salah satu momen spiritual dan budaya terbesar di Indonesia yang selalu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Festival lampion di Borobudur tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan umat Buddha, tetapi juga berkembang menjadi atraksi wisata budaya kelas dunia. Ribuan lampion akan diterbangkan di langit Borobudur sebagai simbol doa, harapan, dan perdamaian.

Panitia memastikan masyarakat umum tetap dapat mengikuti festival tersebut melalui pembelian tiket resmi yang telah disediakan.

baca juga”Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bandingkan Global

Persiapan Waisak 2026 di Borobudur Dilakukan Sejak Awal Tahun

Persiapan penyelenggaraan Waisak 2026 dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan pengelola kawasan wisata Borobudur.

Mengacu pada unggahan akun Instagram Kementerian Agama Kabupaten Magelang, @kemenag_kabmagelang, rapat koordinasi terkait pelepasan lampion dan pengoperasian drone telah dilakukan sejak April 2026.

Koordinasi Pengamanan Jadi Fokus Utama

Panitia melibatkan berbagai pihak untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib.

Koordinasi dilakukan bersama:

  • Pemerintah daerah
  • Aparat keamanan
  • Pengelola kawasan Borobudur
  • Vendor acara
  • Otoritas penerbangan

Langkah tersebut penting karena Festival Lampion Waisak selalu menghadirkan ribuan pengunjung dalam satu malam.

Penggunaan Drone Diatur Ketat Selama Waisak

Panitia juga bekerja sama dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III untuk mengatur penggunaan drone selama acara berlangsung.

Pengawasan dilakukan pada 27 hingga 31 Mei 2026 guna mendukung dokumentasi resmi sekaligus mengantisipasi penerbangan drone ilegal di sekitar kawasan Candi Borobudur.

Ribuan Lampion Akan Diterbangkan Saat Puncak Waisak

PT Taman Wisata Candi Borobudur menyebutkan sekitar 2.000 lampion ditargetkan diterbangkan dalam Festival Lampion Waisak 2026.

Lampion tersebut menjadi simbol perdamaian dunia sekaligus doa bersama untuk kehidupan yang lebih harmonis.

Festival Lampion Jadi Daya Tarik Wisata Spiritual

Festival lampion kini menjadi salah satu ikon utama perayaan Waisak di Indonesia.

Selain menghadirkan suasana spiritual, pelepasan lampion di Borobudur juga menawarkan pengalaman visual yang menarik bagi wisatawan dan fotografer.

Momen ini rutin menarik perhatian wisatawan internasional karena berlangsung di situs warisan dunia UNESCO.

Rangkaian Acara Waisak Berlangsung Empat Hari

Perayaan Waisak 2026 berlangsung mulai 28 hingga 31 Mei 2026.

Agenda utama yang akan digelar meliputi:

  • Kirab Waisak
  • Ritual keagamaan umat Buddha
  • Detik-detik Waisak
  • Festival Lampion Borobudur

Puncak acara diperkirakan berlangsung pada malam pelepasan lampion di kawasan sekitar candi.

Harga Tiket Festival Lampion Waisak 2026 di Borobudur

Panitia menyediakan dua kategori tiket bagi masyarakat yang ingin mengikuti Festival Lampion Waisak 2026.

Harga Tiket Reguler Festival Lampion

Tiket reguler dibanderol Rp550.000 per orang.

Harga tersebut sudah termasuk:

  • Tiket masuk kawasan acara
  • Satu lampion untuk minimal empat peserta
  • Wishing card atau kartu harapan

Harga Tiket VIP Festival Lampion

Panitia juga menyediakan tiket VIP seharga Rp2.000.000 per orang.

Kategori ini menawarkan fasilitas lebih eksklusif, termasuk area terbaik untuk menyaksikan pelepasan lampion.

Candi Borobudur Jadi Pusat Perayaan Waisak Terbesar di Indonesia

Borobudur dikenal sebagai lokasi utama perayaan Waisak nasional di Indonesia.

Setiap tahun, ribuan umat Buddha dari berbagai daerah dan negara datang untuk mengikuti rangkaian ritual keagamaan di kawasan candi.

Borobudur Memiliki Nilai Spiritual dan Historis Tinggi

Berdasarkan data Laboratorium Sejarah Universitas Muhammadiyah, Candi Borobudur merupakan salah satu candi Buddha terbesar di dunia.

Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 pada masa Dinasti Syailendra.

Borobudur memiliki struktur sembilan tingkat dengan stupa utama di bagian puncak.

Relief Borobudur Menjadi Warisan Budaya Dunia

Borobudur dihiasi lebih dari 2.600 panel relief dan sekitar 504 arca Buddha.

Relief tersebut menggambarkan ajaran Buddha, kisah kehidupan masyarakat masa lampau, hingga filosofi perjalanan menuju pencerahan.

Nilai sejarah dan spiritual itu membuat Borobudur ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Perayaan Waisak Borobudur Dorong Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal

Perayaan Waisak setiap tahun juga berdampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

Hotel, restoran, transportasi wisata, hingga pelaku UMKM di Magelang biasanya mengalami peningkatan kunjungan selama periode Waisak.

Kehadiran wisatawan internasional juga memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata spiritual unggulan Indonesia.

Panitia Optimistis Waisak 2026 Berjalan Lancar

Tim Event & Activation Departemen Head PT Taman Wisata Candi Borobudur, Bramantyo Fendy, menyebut komunikasi antarpihak menjadi kunci utama keberhasilan acara.

Menurutnya, persiapan detail terus dilakukan agar seluruh rangkaian Waisak dapat berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Panitia berharap Festival Lampion Waisak 2026 dapat kembali menghadirkan pesan perdamaian sekaligus memperkuat citra Borobudur sebagai pusat spiritual dunia.

Festival Lampion Waisak 2026 Siap Jadi Magnet Wisata Internasional

Festival Lampion Waisak 2026 diperkirakan kembali menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Indonesia tahun ini.

Kombinasi antara ritual spiritual, keindahan Candi Borobudur, dan pelepasan ribuan lampion menjadikan acara ini memiliki daya tarik unik di tingkat global.

Dengan persiapan yang semakin matang dan dukungan berbagai pihak, perayaan Waisak di Borobudur diharapkan terus berkembang sebagai simbol toleransi, budaya, dan perdamaian dunia.

baca juga”Influencer Kritik Candi Borobudur Tak Ramah Lansia, Ibu Hamil, dan Disabilitas, TWC Buka Suara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *