Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Etomidate Jaringan Internasional
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar laboratorium rahasia atau clandestine lab yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika golongan II jenis etomidate. Pengungkapan tersebut berlangsung di dua lokasi apartemen di wilayah Tangerang dan Jakarta Utara.
Baca Juga “Polda Metro Jaya Bongkar Laboratorium Etomidate Jaringan Internasional“
Kasus ini bermula dari penindakan polisi di Apartemen Tokyo Riverside, Kabupaten Tangerang, Banten. Dari hasil pengembangan, penyidik kemudian bergerak ke Apartemen Gold Coast di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.
Pengungkapan lanjutan tersebut dilakukan pada Minggu (9/8/2026). Polisi menemukan lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat produksi sekaligus mengamankan seorang warga negara asing asal China.
Polisi Tangkap WNA yang Diduga Produksi dan Edarkan Etomidate
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Ahmad David mengatakan tersangka diduga memiliki peran sebagai pembuat sekaligus pengedar. Polisi menduga aktivitas tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan sebelum laboratorium berhasil dibongkar.
“Dalam operasi ini, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal China yang bertindak sebagai pembuat sekaligus pengedar,” kata David dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut David, penyidik menemukan indikasi bahwa produk yang mengandung etomidate tersebut telah diedarkan dalam jumlah besar. Sedikitnya 15.000 cartridge vape disebut telah tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Temuan tersebut menjadi perhatian aparat karena menunjukkan adanya aktivitas produksi dan distribusi yang berlangsung secara terorganisasi. Polisi kemudian mengamankan tersangka beserta sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.
Polisi Amankan 350 Cartridge Etomidate
Dalam penindakan tersebut, petugas menyita 350 cartridge etomidate siap pakai. Selain itu, polisi mengamankan sekitar 2,8 kilogram bahan baku yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi.
David menyebut bahan baku tersebut diperkirakan dapat digunakan untuk menghasilkan sekitar 14.000 cartridge. Berdasarkan pemeriksaan awal, bahan baku itu diketahui berasal dari Vietnam.
“Dalam penindakan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 350 pieces cartridge etomidate siap pakai serta 2,8 kilogram bahan baku pembuatannya,” ujar David.
Polisi masih mendalami asal-usul bahan tersebut serta pihak yang terlibat dalam rantai pasoknya. Penelusuran tersebut penting untuk mengetahui apakah tersangka bekerja sendiri atau terhubung dengan jaringan yang lebih luas.
Laboratorium Rahasia Disamarkan di Apartemen
Salah satu temuan dalam pengungkapan kasus tersebut adalah cara tersangka menyamarkan lokasi produksi. Polisi menduga ruangan tertentu di dalam unit apartemen sengaja dirancang agar tampak seperti hunian biasa.
Modus tersebut membuat aktivitas di dalam ruangan tidak mudah dikenali sebagai kegiatan produksi narkotika. Polisi kemudian menemukan sejumlah barang yang mengindikasikan adanya aktivitas pengolahan bahan untuk menghasilkan produk yang mengandung etomidate.
“Pemasaran dilakukan menggunakan sistem drop point atau drop box, sedangkan komunikasi transaksi memanfaatkan media sosial,” kata David.
Penggunaan sistem distribusi semacam itu membuat transaksi tidak harus dilakukan secara langsung antara penjual dan pembeli. Polisi kini mendalami pola komunikasi dan jaringan distribusi yang digunakan tersangka.
Peredaran Produk Diduga Menjangkau Wilayah Polda Metro Jaya
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi memperkirakan sedikitnya 15.000 cartridge vape bermuatan etomidate telah beredar selama tersangka menjalankan aktivitasnya.
Jumlah tersebut membuat penyidik tidak hanya berfokus pada lokasi produksi. Aparat juga perlu menelusuri jalur distribusi dan pihak lain yang diduga terlibat dalam peredaran produk tersebut.
Penyidik juga memiliki barang bukti bahan baku yang menurut pemeriksaan awal berasal dari Vietnam. Fakta tersebut menjadi salah satu aspek yang tengah didalami dalam penyidikan karena perkara ini diduga memiliki keterkaitan lintas negara.
Meski demikian, keterlibatan pihak lain maupun jaringan internasional masih membutuhkan pembuktian melalui proses penyidikan. Polisi perlu memastikan peran setiap pihak berdasarkan bukti yang ditemukan.
Polisi Dalami Jaringan dan Asal Bahan Baku
Pengamanan tersangka dan barang bukti menjadi tahap awal dalam proses hukum. Penyidik selanjutnya akan memeriksa berbagai temuan untuk mengungkap keseluruhan aktivitas produksi dan distribusi.
Polisi juga dapat mendalami hubungan tersangka dengan pemasok bahan baku serta pihak yang diduga menerima atau mendistribusikan produk. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui struktur jaringan secara lebih menyeluruh.
Seluruh barang bukti dan alat pendukung produksi kini telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Pemeriksaan terhadap tersangka juga terus dilakukan untuk kepentingan proses hukum.
“Dalam penindakan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 350 pieces cartridge etomidate siap pakai serta 2,8 kilogram bahan baku pembuatannya,” kata David.
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Waspada
Polda Metro Jaya mengajak masyarakat ikut membantu mencegah peredaran gelap narkotika. Masyarakat diminta memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.
Peran masyarakat dinilai penting karena peredaran narkotika dapat memanfaatkan berbagai tempat dan sarana komunikasi. Pengungkapan laboratorium di apartemen juga menunjukkan bahwa aktivitas ilegal dapat disamarkan di lingkungan yang terlihat normal.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk menjauhi narkotika serta tidak terlibat dalam aktivitas produksi maupun distribusinya. Edukasi dan pelaporan dini menjadi bagian penting dalam upaya mencegah dampak yang lebih luas.
Pengungkapan Menjadi Bagian dari Pemberantasan Narkotika
Pembongkaran laboratorium etomidate tersebut memperlihatkan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya menyasar peredaran di tingkat pengguna atau pengedar. Aparat juga perlu mengungkap lokasi produksi dan sumber bahan yang digunakan.
Kasus ini juga menunjukkan adanya dugaan pemanfaatan apartemen sebagai tempat produksi serta media sosial sebagai sarana komunikasi transaksi. Polisi kini memiliki pekerjaan lanjutan untuk mengurai pihak-pihak yang berada di balik rantai tersebut.
Dengan tersangka dan barang bukti telah diamankan, penyidikan diharapkan dapat mengungkap jaringan secara lebih lengkap. Hasil pemeriksaan selanjutnya akan menjadi dasar bagi proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Baca Juga “WNA China Ditangkap, Polda Metro Jaya Bongkar Lab Rahasia Pembuat Etomidate“