Dadan Hormati Keputusan Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi keputusan tersebut, Dadan Hindayana menyatakan menerima dan menghormati langkah yang diambil Presiden sebagai bagian dari kewenangan konstitusional dalam menyusun kabinet dan menentukan pejabat negara.
Dadan menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan pencopotan dari jabatan Kepala BGN. Menurutnya, Presiden memiliki hak prerogatif untuk melakukan evaluasi dan pergantian pejabat demi memastikan program prioritas pemerintah berjalan optimal.
baca juga”3 Prajurit TNI Divonis, Hukuman Terberat 13 Tahun“
Dadan Sebut Pergantian Pejabat Merupakan Hak Presiden
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu (3/6/2026), Dadan menyampaikan bahwa keputusan mengganti anggota kabinet maupun pimpinan lembaga negara sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Ia menilai Presiden Prabowo memahami kebutuhan organisasi dan memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan figur yang dinilai paling tepat untuk menjalankan program pemerintah. Karena itu, Dadan memilih menghormati keputusan tersebut dan mendukung langkah yang diambil pemerintah.
Dadan juga mengungkapkan rasa syukur karena pernah diberi kepercayaan menjadi Kepala BGN sekaligus bagian dari Kabinet Merah Putih. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan pengalaman berharga yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Selain menyampaikan apresiasi kepada Presiden, Dadan berharap pemerintahan saat ini dapat terus menjalankan berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN Baru
Dalam perombakan tersebut, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sebelum mendapatkan promosi jabatan, Nanik diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan terlibat dalam pelaksanaan berbagai program lembaga tersebut.
Tidak hanya mengganti posisi kepala badan, Presiden juga merombak jajaran wakil kepala. Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung serta Irjen (Purn) Sony Sanjaya.
Perubahan struktur kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program yang menjadi tanggung jawab BGN, khususnya program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo.
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Jadi Dasar Pergantian
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan pergantian pimpinan BGN diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
Menurut Prasetyo, Presiden menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, pemangku kepentingan, serta masyarakat yang menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah perbaikan organisasi.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu agenda strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Karena cakupan program yang luas, efektivitas pengelolaan dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.
Pergantian Pimpinan Dinilai Bagian dari Penguatan Program
Pergantian pejabat di lembaga pemerintah merupakan hal yang lazim dalam sistem pemerintahan. Langkah tersebut umumnya dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kinerja, penyesuaian strategi, maupun penguatan organisasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Dengan kepemimpinan baru di BGN, pemerintah diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Fokus utama ke depan adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sikap Dadan yang menerima keputusan tersebut menunjukkan proses transisi kepemimpinan berlangsung secara terbuka dan profesional. Sementara itu, publik akan menantikan langkah serta inovasi yang akan dilakukan jajaran baru BGN dalam mendukung agenda pembangunan nasional di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
baca juga”Dudung Sebut Pencopotan Dadan Hindayana Diduga Terkait Jual Beli Titik SPPG“