Kepala BGN Nanik S Deyang Tegaskan Latar Belakang Biologi dan Perkenalkan Jajaran Pimpinan Baru
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, memperkenalkan diri secara resmi kepada publik setelah mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin lembaga tersebut. Dalam kesempatan itu, Nanik menegaskan latar belakang akademiknya sekaligus memperkenalkan dua wakil kepala BGN yang baru.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta sebagai bagian dari pengenalan kepemimpinan baru di BGN. Nanik menilai penting untuk meluruskan informasi terkait pendidikan yang dimilikinya, mengingat terdapat sejumlah penyebutan yang kurang tepat mengenai bidang keilmuannya.
baca juga”Dadan Angkat Bicara Usai Dicopot dari Jabatan Kepala BGN“
Nanik S Deyang Klarifikasi Latar Belakang Pendidikan
Dalam sambutannya, Nanik menegaskan bahwa dirinya merupakan lulusan Biologi dan bukan Kehutanan. Penegasan tersebut disampaikan secara langsung di hadapan media saat memperkenalkan diri sebagai Kepala BGN.
Menurut Nanik, latar belakang pendidikan yang dimiliki menjadi bagian dari identitas profesionalnya selama menjalankan berbagai tugas di sektor pemerintahan. Sebelum dipercaya memimpin BGN, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan terlibat dalam berbagai program yang berkaitan dengan kebijakan gizi nasional.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas informasi yang beredar mengenai riwayat pendidikannya sejak ditunjuk untuk menduduki posisi strategis di lembaga tersebut.
BGN Perkuat Kepemimpinan dengan Dua Wakil Kepala Baru
Selain memperkenalkan dirinya, Nanik juga mengumumkan susunan pimpinan baru di lingkungan BGN. Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala untuk memperkuat pelaksanaan program dan tata kelola lembaga.
Penunjukan dua pejabat tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan program prioritas pemerintah, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda nasional.
Agustina Arumsari Dipercaya Mengawal Tata Kelola dan Pengawasan
Nanik menjelaskan bahwa Agustina Arumsari memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan dan audit. Selama lebih dari tiga dekade, Agustina berkarier dalam bidang yang berkaitan dengan akuntabilitas dan pengawasan keuangan negara.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Pengalaman tersebut dianggap relevan untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan memastikan penggunaan anggaran negara berjalan sesuai aturan.
Menurut Nanik, kehadiran Agustina diharapkan dapat meningkatkan transparansi, efektivitas pengelolaan anggaran, serta memperkuat tata kelola kelembagaan di BGN.
Mayjen TNI Trenggono Disiapkan Mendukung Implementasi Program MBG
Nanik juga menjelaskan alasan penunjukan Mayjen TNI Trenggono sebagai salah satu wakil kepala BGN. Ia menyebut Trenggono memiliki pengalaman yang dinilai sesuai dengan kebutuhan implementasi program berskala nasional.
Sebelum bergabung dengan BGN, Trenggono diketahui menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Pengalaman tersebut dianggap dapat membantu mendukung pengelolaan distribusi dan pelaksanaan program yang berkaitan dengan ketahanan pangan serta pemenuhan gizi masyarakat.
Nanik juga menegaskan bahwa proses pengunduran diri Trenggono dari dinas militer telah diajukan. Menurutnya, proses administratif tersebut sedang berjalan dan diharapkan segera rampung dalam waktu dekat.
Pengalaman Teritorial Dinilai Penting untuk Program Nasional
Selain pengalaman di sektor pangan, kemampuan Trenggono dalam bidang teritorial disebut menjadi nilai tambah bagi BGN. Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan koordinasi lintas daerah dan pelaksanaan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Karena itu, pengalaman lapangan dan pemahaman mengenai kondisi wilayah dinilai dapat membantu mempercepat pelaksanaan program serta memastikan distribusi manfaat dapat menjangkau masyarakat secara merata.
Kehadiran figur dengan latar belakang yang beragam juga diharapkan memperkuat sinergi antara aspek pengawasan, tata kelola, dan operasional dalam pelaksanaan program-program prioritas BGN.
Kepemimpinan Baru Diharapkan Memperkuat Program Gizi Nasional
Pergantian kepemimpinan di BGN menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan kebijakan gizi dan ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan tim pimpinan yang memiliki pengalaman di bidang pengawasan, administrasi, dan pengelolaan program, BGN diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program strategis.
Ke depan, tantangan utama lembaga ini tidak hanya memastikan tersedianya program gizi yang tepat sasaran, tetapi juga menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran dan kualitas pelaksanaan di lapangan. Melalui susunan pimpinan baru, pemerintah berharap BGN dapat menjalankan mandat tersebut secara lebih optimal demi mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
baca juga”32 Jam dalam Hidup Dadan Hindayana“