DPR Nilai Pernyataan Prabowo soal Dolar AS sebagai Upaya Menenangkan Masyarakat
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan dolar Amerika Serikat merupakan langkah komunikasi pemerintah untuk menjaga ketenangan masyarakat. Menurutnya, pesan yang disampaikan Presiden tidak perlu dimaknai secara harfiah atau diperdebatkan dari sisi teknis ekonomi semata.
Misbakhun mengatakan Presiden memiliki tanggung jawab menjaga psikologis publik di tengah meningkatnya perhatian terhadap pergerakan rupiah dan dolar AS. Ia menilai situasi global saat ini memang memunculkan kekhawatiran di berbagai negara, termasuk Indonesia, sehingga pemerintah perlu memastikan masyarakat tidak panik menghadapi dinamika ekonomi internasional.
Baca Juga “Rupiah Dibuka Melemah ke ke Rp17.746 Jelang Pidato Prabowo“
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5), Misbakhun menyebut ucapan Prabowo lebih tepat dipahami sebagai pesan stabilitas sosial. Ia mengatakan pemerintah ingin menjaga optimisme masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal dan tidak terpengaruh sentimen negatif yang berkembang di ruang publik.
DPR Sebut Pesan Prabowo Tidak Ditujukan sebagai Penjelasan Teknis Ekonomi
Misbakhun menjelaskan pernyataan Presiden terkait masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari merupakan bentuk komunikasi sederhana kepada masyarakat akar rumput. Menurut dia, pesan itu bertujuan meredam kepanikan akibat pelemahan rupiah yang terus menjadi sorotan.
Ia menilai tidak tepat jika pernyataan tersebut langsung dibandingkan dengan argumentasi teknis ekonomi. Misbakhun menegaskan Presiden sedang berbicara dalam konteks menjaga ketenangan publik, bukan menjelaskan mekanisme pasar valuta asing atau dampak makroekonomi secara rinci.
Politikus Partai Golkar itu menyebut seorang kepala negara memang memiliki peran menjaga rasa aman masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang tidak stabil, menurutnya, pemerintah harus mampu membangun kepercayaan publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang berlebihan.
Misbakhun mengatakan kepanikan sosial dapat memicu dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi. Jika masyarakat terlalu khawatir terhadap nilai tukar, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi konsumsi, investasi, hingga stabilitas pasar domestik.
Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Masih Kuat
Selain membahas pesan Presiden, Misbakhun juga menyinggung penjelasan Bank Indonesia terkait kondisi ekonomi nasional. Ia mengatakan otoritas moneter telah memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat meski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Menurutnya, kondisi saat ini berbeda jauh dibandingkan periode menjelang krisis ekonomi 1998. Ia menilai struktur ekonomi Indonesia sudah mengalami perubahan signifikan, termasuk dari sisi cadangan devisa, stabilitas sektor perbankan, hingga pengawasan fiskal yang lebih ketat.
Misbakhun menjelaskan Indonesia saat ini memiliki sistem keuangan yang lebih siap menghadapi tekanan global. Pemerintah dan Bank Indonesia juga dinilai memiliki instrumen kebijakan yang lebih lengkap untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menyebut pelemahan mata uang bukan hanya terjadi di Indonesia. Banyak negara berkembang mengalami tekanan serupa akibat penguatan dolar AS yang dipengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta ketidakpastian ekonomi global.
Menurut data pasar keuangan dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah memang bergerak fluktuatif seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi internasional. Namun, pemerintah menilai situasi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.
DPR Ingatkan Pentingnya Menjaga Stabilitas Psikologis Masyarakat
Misbakhun menegaskan pemerintah harus menjaga stabilitas psikologis masyarakat agar isu pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi keresahan luas. Ia mengatakan pembahasan berlebihan mengenai dolar AS dapat memicu kepanikan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Ia mencontohkan situasi ketika masyarakat mulai membicarakan pelemahan rupiah di berbagai tempat, mulai dari lingkungan kerja hingga warung kopi. Menurutnya, kondisi seperti itu dapat memperbesar kekhawatiran publik terhadap ekonomi nasional.
Karena itu, ia memahami langkah Presiden yang mencoba menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat. Menurut Misbakhun, komunikasi yang menenangkan tetap diperlukan agar masyarakat tetap fokus pada aktivitas ekonomi sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas sosial dan politik memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi. Jika masyarakat tetap tenang dan percaya terhadap kebijakan pemerintah, maka tekanan pasar dinilai dapat lebih mudah dikendalikan.
Prabowo Soroti Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pernyataan terkait dolar AS saat menghadiri peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5). Dalam pidatonya, ia menyinggung pihak-pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam ancaman akibat pelemahan rupiah.
Prabowo meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap pergerakan dolar AS. Menurutnya, sebagian besar masyarakat desa tidak menggunakan mata uang asing dalam aktivitas sehari-hari sehingga dampaknya tidak dirasakan secara langsung.
Ia juga menekankan bahwa kondisi pangan dan energi Indonesia masih berada dalam situasi aman. Menurut Prabowo, ketahanan sektor tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia tetap relatif stabil di tengah tekanan ekonomi global yang melanda banyak negara.
Presiden menilai kepanikan berlebihan justru dapat memperburuk situasi. Karena itu, ia mengajak masyarakat tetap optimistis terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pengamat Nilai Komunikasi Pemerintah Penting di Tengah Ketidakpastian Global
Sejumlah pengamat ekonomi menilai komunikasi pemerintah memang memiliki peran penting dalam menjaga ekspektasi masyarakat dan pelaku pasar. Dalam kondisi global yang tidak menentu, pernyataan pejabat negara dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap ekonomi domestik.
Pengamat menilai pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara penyampaian optimisme dan transparansi kondisi ekonomi. Informasi yang terlalu negatif dapat memicu kepanikan, sementara komunikasi yang terlalu sederhana berpotensi memunculkan perdebatan publik.
Meski demikian, banyak pihak sepakat bahwa stabilitas psikologis masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan aktivitas usaha yang berjalan normal dapat membantu menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar tetap memahami bahwa pergerakan nilai tukar memiliki dampak nyata terhadap harga impor, biaya produksi, dan inflasi. Karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kestabilan rupiah.
Ke depan, perhatian publik diperkirakan masih akan tertuju pada pergerakan dolar AS dan kebijakan ekonomi global. Namun, DPR menilai pemerintah perlu terus membangun komunikasi yang menenangkan agar kondisi sosial dan ekonomi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Baca Juga “DPR Sebut Pernyataan Presiden Prabowo Terkait Dolar untuk Tenangkan Publik“