Evakuasi WNI dari Iran Berlanjut, 20 Orang Tiba di Indonesia

Evakuasi WNI dari Iran Berlanjut, 20 Orang Tiba di Indonesia Hari Ini

Pemerintah Indonesia melanjutkan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah situasi keamanan yang masih berkembang di kawasan tersebut. Pada Jumat (13/3/2026), sebanyak 20 WNI dijadwalkan tiba di Indonesia sebagai bagian dari tahap kedua proses pemulangan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI).

baca juga”Purbaya Soroti Risiko Perang Iran-AS di Selat Hormuz

Evakuasi ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak. Pemerintah juga terus memantau kondisi keamanan di Iran dan menyesuaikan langkah evakuasi dengan perkembangan di lapangan.

Tahap Kedua Evakuasi WNI dari Iran Dilakukan dalam Dua Gelombang

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa tahap kedua evakuasi mencakup 34 warga negara Indonesia. Proses pemulangan dibagi menjadi dua gelombang penerbangan menuju Indonesia.

Gelombang pertama berjumlah 20 orang yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 18.00 waktu Indonesia. Gelombang kedua yang terdiri dari 14 WNI dijadwalkan tiba pada hari berikutnya dengan waktu kedatangan yang hampir sama.

“Evakuasi tahap dua tengah berproses. Ini diikuti oleh 34 WNI yang akan diterbangkan ke tanah air melalui dua gelombang. Yang pertama akan tiba hari ini sekitar pukul 18.00 sebanyak 20 orang, dan besok 14 orang akan tiba dengan jadwal yang kurang lebih sama,” ujar Heni di kantor Kemlu RI, Jakarta.

Pemerintah Lakukan Evakuasi Bertahap Berdasarkan Kondisi Keamanan

Sebelumnya, pemerintah telah memulangkan 32 WNI dalam tahap pertama evakuasi yang berlangsung pada 10 dan 11 Maret 2026. Dengan kedatangan tahap kedua, jumlah WNI yang berhasil dipulangkan dari Iran terus bertambah.

Kemlu RI menegaskan bahwa proses evakuasi selanjutnya akan bergantung pada perkembangan situasi keamanan di Iran serta kesiapan para WNI yang masih berada di negara tersebut.

Menurut Heni, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus melakukan asesmen keamanan dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI yang masih berada di berbagai wilayah Iran.

“KBRI akan terus berkomunikasi secara intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran untuk mendapatkan informasi mengenai situasi mereka di lokasi masing-masing,” jelas Heni.

Ia menambahkan bahwa keputusan mengenai tahap evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kesiapan warga yang bersedia dipulangkan.

Ribuan WNI di Luar Negeri Terdampak Konflik Regional

Selain di Iran, pemerintah juga menangani ribuan WNI yang terjebak di berbagai negara akibat gangguan penerbangan dan penutupan sebagian ruang udara di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan regional yang ditandai dengan serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Menurut data Kemlu RI, lebih dari enam ribu WNI sempat mengalami keterlambatan perjalanan atau terjebak di luar negeri karena terbatasnya akses penerbangan.

Sebagian besar di antaranya merupakan jemaah umrah yang tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Pemerintah memfasilitasi pemulangan mereka secara bertahap dengan memanfaatkan jalur penerbangan yang mulai dibuka kembali.

“Jika penerbangan belum tersedia, mereka sementara ditempatkan di penginapan sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya,” kata Heni.

Kemlu RI juga menyampaikan bahwa laporan penanganan WNI yang terdampak disusun setiap hari untuk memastikan proses pemulangan berjalan terkoordinasi.

Tiga WNI Masih Hilang Usai Insiden Kapal di Selat Hormuz

Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI juga memberikan pembaruan terkait insiden kapal tunda Musaffah 2 yang mengalami ledakan di Selat Hormuz pada awal Maret 2026. Hingga kini, tiga warga negara Indonesia yang menjadi awak kapal tersebut masih dalam proses pencarian.

Insiden tersebut pertama kali dilaporkan pada 6 Maret melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Muscat. Kapal berbendera Uni Emirat Arab itu dilaporkan meledak pada pukul 02.00 waktu setempat sebelum akhirnya terbakar dan tenggelam.

Menurut informasi saksi mata, ledakan terjadi secara tiba-tiba ketika kapal berada di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman.

Kapal Musaffah 2 diketahui membawa tujuh awak dari berbagai negara, termasuk Indonesia, India, dan Filipina. Empat awak berhasil selamat dari insiden tersebut, sementara tiga lainnya masih hilang.

Kemlu RI menyatakan bahwa otoritas setempat di Uni Emirat Arab dan Oman terus melakukan operasi pencarian selama 24 jam. Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan perusahaan operator kapal serta pihak berwenang di kedua negara.

Satu WNI yang selamat saat ini sedang menjalani perawatan akibat luka bakar di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sementara itu, tiga WNI lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian terus berlangsung.

Pemerintah Terus Memantau Situasi dan Menyiapkan Langkah Lanjutan

Kemlu RI menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Langkah perlindungan bagi WNI di luar negeri tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

Evakuasi dari Iran diperkirakan masih dapat berlanjut apabila situasi keamanan memburuk atau terdapat permintaan dari warga negara Indonesia yang ingin kembali ke tanah air.

Melalui koordinasi antara Kemlu RI, KBRI di berbagai negara, serta otoritas setempat, pemerintah berharap seluruh WNI yang terdampak dapat dipastikan keselamatannya dan mendapatkan akses pemulangan yang aman.

baca juga”Indonesia Tunda Pelaksanaan KTT D-8 di Jakarta Imbas Perang Iran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *