Kemkomdigi Selidiki Kejanggalan Rating IGRS di Steam

kemkomdigi

Kemkomdigi Investigasi Kejanggalan Rating IGRS di Steam untuk Lindungi Konsumen
Temuan Rating Tidak Sesuai Picu Evaluasi Sistem Klasifikasi Gim

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan investigasi menyeluruh terkait kejanggalan dalam penerapan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) pada sejumlah gim di platform Steam. Langkah ini diambil setelah munculnya temuan rating usia yang dinilai tidak sesuai dengan konten permainan.

Baca Juga “Fujifilm luncurkan instax mini 13 yang bisa cetak foto langsung

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan beberapa anomali dalam klasifikasi usia. Ia mencontohkan gim PUBG yang tercatat memiliki rating 3+, sementara Upin & Ipin Universe justru diklasifikasikan untuk usia 18+.

Menurut Sonny, kondisi tersebut tidak hanya membingungkan, tetapi juga berpotensi merugikan konsumen. “Kami melihat ini sebagai sesuatu yang janggal, sehingga perlu dilakukan investigasi untuk mengetahui sumber masalah, baik dari sisi internal maupun eksternal,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.

Kemkomdigi menegaskan bahwa investigasi dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Proses ini mencakup kolaborasi dengan komunitas gim, asosiasi industri, serta pelaku usaha digital untuk mengidentifikasi akar persoalan secara komprehensif.

Di sisi lain, pihak Valve Corporation selaku pengelola Steam telah mengambil langkah cepat dengan menurunkan seluruh label rating IGRS dari gim-gim yang tersedia di platform tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman di kalangan pengguna selama proses investigasi berlangsung.

Sonny menjelaskan bahwa Steam juga tengah melakukan investigasi internal. Hasil dari proses tersebut akan diumumkan setelah ditemukan penyebab pasti kesalahan klasifikasi. Ia memastikan bahwa saat ini label rating yang dianggap janggal sudah tidak lagi ditampilkan.

Peran IGRS dan Komitmen Perbaikan Sistem Klasifikasi Gim

IGRS merupakan sistem klasifikasi usia resmi di Indonesia yang dirancang untuk memberikan panduan kepada masyarakat dalam memilih gim sesuai usia. Sistem ini membagi kategori usia menjadi 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+, dengan tujuan utama melindungi anak-anak dari konten yang tidak sesuai.

Kemkomdigi menilai bahwa ketepatan implementasi IGRS sangat penting, terutama di era distribusi digital yang semakin luas. Platform seperti Steam memungkinkan akses cepat terhadap ribuan gim, sehingga sistem klasifikasi harus akurat dan dapat dipercaya.

Sonny menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kondisi ketidakpastian ini terus berlangsung. Ia menyebut bahwa selama lebih dari satu dekade, masih terdapat celah dalam perlindungan konsumen terkait rating gim.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap produk digital yang beredar memiliki standar yang jelas, sehingga orang tua dapat mengawasi konten yang dikonsumsi anak-anak,” tegasnya.

Sebagai bagian dari langkah perbaikan, Kemkomdigi berkomitmen untuk menyempurnakan sistem IGRS, baik dari sisi teknologi maupun mekanisme pengawasan. Penyederhanaan sistem rating juga akan dilakukan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat kepatuhan pelaku industri terhadap regulasi yang berlaku. Hal ini mencakup koordinasi dengan platform distribusi digital agar penerapan rating dapat dilakukan secara konsisten dan sesuai standar nasional.

Dalam konteks global, sistem klasifikasi usia seperti IGRS memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan akses dan perlindungan pengguna. Banyak negara telah menerapkan sistem serupa untuk memastikan konten digital tetap aman bagi berbagai kelompok usia.

Ke depan, hasil investigasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan kebijakan yang lebih komprehensif. Dengan sistem yang lebih akurat dan transparan, masyarakat dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik, sementara industri gim tetap berkembang secara sehat.

Langkah Kemkomdigi ini menegaskan pentingnya tata kelola ekosistem digital yang bertanggung jawab. Kejelasan klasifikasi tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan terhadap industri gim di Indonesia.

Baca Juga “Donald Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Teheran Siapkan Rudal Besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *