SAR Jurnalis Hari ke-10 Diperluas hingga 8.509 NM²

SAR

Operasi SAR Jurnalis Hari ke-10 Diperluas hingga 8.509 NM²
Area Pencarian SAR Diperluas Menjadi 10 Sektor

Operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru KM Arupadatu I memasuki hari ke-10 pada Kamis. Basarnas memperluas area pencarian hingga 8.509 nautical mile persegi atau NM² di perairan sekitar Selat Sunda dan wilayah terkait.

Pada hari sebelumnya, luas area pencarian mencapai 3.439 NM². Perluasan tersebut dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi SAR untuk meningkatkan peluang tim menemukan objek yang dicari.

Baca Juga “Hari ke-10, Basarnas Perluas Pencarian Jurnalis dan Awak Kapal Hilang hingga 8.509 NM

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto menyampaikan perkembangan tersebut dari Posko Utama SAR Gabungan di Pantai Carita, Pandeglang.

Menurut Rizky, tim membagi wilayah pencarian menjadi 10 sektor utama. Pembagian tersebut memungkinkan armada gabungan melakukan penyisiran pada area yang lebih luas dan terarah.

“Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor,” kata Rizky.

Sebanyak 24 Kapal Dikerahkan

Basarnas mengerahkan 24 unit kapal gabungan untuk mendukung pencarian di seluruh sektor. Armada tersebut berasal dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan KPLP.

Basarnas mengoperasikan empat KN SAR yang berasal dari Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu. Tim juga mengerahkan tiga unit RIB untuk mendukung penyisiran di sejumlah wilayah.

Dari unsur TNI AL, operasi melibatkan lima KRI, dua KAL, dan satu RBB. Polairud mengerahkan delapan kapal, sedangkan KPLP menurunkan satu kapal patroli.

Total personel yang terlibat dalam operasi SAR gabungan mencapai 523 orang. Mereka menjalankan pencarian melalui penyisiran laut dan pemantauan lalu lintas kapal.

Sektor C Menjadi Area Pencarian Terluas

Berdasarkan rencana operasi Basarnas, Sektor C menjadi wilayah pencarian paling luas. Area tersebut mencakup 3.380 NM² dan mendapat penyisiran dari KRI Leuser serta KRI Dewa Kembar.

Penyisiran Sektor C bergerak hingga memasuki perairan Samudra Hindia. Area tersebut membentang dari sebelah barat Pulau Belimbing menuju wilayah selatan Pulau Enggano, Bengkulu.

Sektor A memiliki luas 1.156 NM² dan mendapat pengawasan KN 213 Bengkulu di perairan barat Sumatera. Sementara itu, RIB 020 menyisir Sektor B yang mencakup 494 NM² di sekitar Pulau Enggano.

KRI Teluk Gilimanuk dan KN SAR Antasena bertugas di Sektor D dengan luas 637 NM². Wilayah ini mencakup perairan barat laut Pulau Panaitan hingga menuju pintu Samudra Hindia ke arah barat laut.

Lima Sektor Menjangkau Perairan Lampung dan Banten

Tim SAR juga membagi area pencarian di perairan Lampung ke dalam beberapa sektor. Sektor E memiliki luas 542 NM² dan disisir KRI Kerambit di bagian selatan Teluk Semangka.

Sektor F mencakup 484 NM² dan mendapat penyisiran KN SAR Basudewa di sekitar Pulau Tabuan. Sektor G memiliki luas 316 NM² dan melibatkan RIB 02 Lampung, KRI Lepu, serta KAL Pahawang.

Pencarian di Sektor G mencakup perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi. Lokasi tersebut menjadi bagian dari area operasi karena tim memperhitungkan kemungkinan pergerakan objek pencarian.

Di wilayah Banten, KN SAR Tetuka bersama lima kapal lainnya menyisir Sektor H. Area seluas 589 NM² tersebut membentang dari selatan Anak Krakatau hingga Pulau Panaitan.

Sektor I mencakup 397 NM² dan meliputi pesisir Anyer, Carita, hingga Sumur. Sementara itu, Sektor J menjadi area pencarian terkecil dengan luas 114 NM² yang mencakup perairan Anyer hingga Merak.

Tim Pantau Pergerakan Kapal di Selat Sunda

Selain melakukan penyisiran laut, tim SAR gabungan memperkuat koordinasi dengan Vessel Traffic Service atau VTS. Koordinasi juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan yang berkaitan dengan aktivitas pelayaran.

Tim terus mengoptimalkan pemantauan melalui e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintasi perairan Selat Sunda. Langkah tersebut bertujuan memperluas jangkauan informasi mengenai pencarian.

Kapal yang melintas dapat membantu memberikan informasi apabila melihat objek yang memiliki kaitan dengan operasi pencarian. Pemantauan lalu lintas pelayaran menjadi pelengkap bagi penyisiran yang dilakukan armada SAR.

Cuaca dan Aktivitas Anak Krakatau Jadi Pertimbangan

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelaksanaan pencarian. Rizky mengatakan tim juga mempertimbangkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam menentukan pelaksanaan operasi di lapangan.

Berdasarkan analisis BMKG yang disampaikan dalam operasi tersebut, kondisi cuaca diperkirakan berawan. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 3,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 10 hingga 20 knot.

Selain kondisi meteorologi, tim juga memperhatikan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. PVMBG melaporkan gunung tersebut berada pada status Level III atau Siaga.

Status tersebut disertai aktivitas gempa vulkanik dangkal. Kondisi gunung dan perairan di sekitarnya menjadi bagian dari pertimbangan keselamatan personel selama operasi berlangsung.

Rizky menjelaskan bahwa seluruh sektor pencarian disusun berdasarkan kemungkinan pergeseran kapal atau posisi orang yang masih dicari. Tim tidak menetapkan satu titik tunggal sebagai lokasi pencarian.

“Seluruh area yang kami bagi di dalam 10 sektor itu masuk di dalam wilayah yang memang pergeseran kapal ataupun person on board (POB) yang kita cari jadi tidak ada titik khusus. Berharap cuaca akan mendukung,” ujar Rizky.

Operasi SAR Berlanjut dengan Cakupan Lebih Luas

Perluasan area pencarian hingga 8.509 NM² menunjukkan perubahan skala operasi pada hari ke-10. Basarnas membagi wilayah tersebut menjadi 10 sektor untuk mengatur pengerahan 24 kapal dan ratusan personel secara lebih terarah.

Tim juga menggabungkan penyisiran laut dengan pemantauan lalu lintas kapal melalui koordinasi VTS dan e-broadcast. Strategi tersebut memungkinkan informasi pencarian menjangkau kapal-kapal yang melintas di sekitar wilayah operasi.

Di sisi lain, kondisi gelombang, angin, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan. Tim SAR perlu menyesuaikan kegiatan lapangan dengan kondisi keselamatan dan perkembangan cuaca.

Operasi pencarian masih berlanjut dengan cakupan yang lebih luas. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan penyisiran berdasarkan pembagian sektor dan kondisi terkini di wilayah operasi.

Baca Juga “Operasi SAR Jurnalis Hilang Masuk Hari ke-10, Area Pencarian Diperluas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *