Pimpinan MPR Dorong Sosialisasi SIBI Tingkatkan Literasi

Pimpinan MPR

Pimpinan MPR Dorong Sosialisasi SIBI untuk Perkuat Literasi Nasional
Akses Buku Digital Harus Diiringi Edukasi Pemanfaatan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa ketersediaan akses bahan bacaan digital perlu diikuti dengan sosialisasi yang masif. Menurutnya, tanpa edukasi yang merata, fasilitas literasi seperti Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) tidak akan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Lestari menilai peningkatan literasi tidak hanya bergantung pada jumlah bahan bacaan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkannya. Ia menekankan pentingnya langkah konkret untuk memperluas jangkauan penggunaan platform literasi digital di seluruh Indonesia.

“Pemanfaatan secara maksimal sumber daya literasi yang ada harus segera direalisasikan dan mampu ikut mendorong minat baca masyarakat,” kata Lestari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga “WNA Jerman Laporkan Anggota Polisi ke Propam Mabes Polri

Integrasi SIBI dan SLiMS Perluas Akses Perpustakaan Digital

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan integrasi Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dengan Senayan Library Management System (SLiMS) pada 1 Juli 2026. Integrasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem literasi digital nasional.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa integrasi tersebut memungkinkan masyarakat mengakses buku bermutu tanpa batasan geografis. Sistem ini dirancang untuk menghubungkan layanan perbukuan nasional dengan platform perpustakaan digital secara lebih efisien.

Menurut Suharti, kehadiran integrasi ini diharapkan mampu menjawab kesenjangan akses literasi, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki akses mudah ke perpustakaan fisik. Dengan sistem digital, distribusi buku menjadi lebih cepat, luas, dan merata.

Lonjakan Akses SIBI Tunjukkan Minat Baca Digital Meningkat

Data Kemendikdasmen mencatat hingga 30 Juni 2026, lebih dari 8,8 juta pengguna telah mengunjungi laman SIBI. Dari jumlah tersebut, buku digital dibaca lebih dari 13,7 juta kali dan diunduh lebih dari 2,6 juta kali.

SIBI saat ini menyediakan 1.842 judul buku yang mencakup berbagai kategori pendidikan. Koleksi tersebut meliputi buku cerita anak, buku pelajaran jenjang SD, SMP, hingga SMA, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pembelajaran nasional.

Peningkatan jumlah akses ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap literasi digital terus bertumbuh. Namun, Lestari menilai angka tersebut masih perlu dioptimalkan melalui sosialisasi yang lebih luas dan terarah.

Dorongan Sosialisasi Hingga Wilayah 3T

Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, menyoroti pentingnya pemerataan sosialisasi hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia menilai kelompok masyarakat di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses informasi dan infrastruktur digital.

Ia menekankan bahwa edukasi mengenai cara mengakses SIBI melalui laman https://buku.kemendikdasmen.go.id/ harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, tanpa pendampingan yang tepat, masyarakat akan kesulitan memanfaatkan platform digital secara maksimal.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan fungsi perpustakaan digital sebagai pusat literasi yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan inovasi pendidikan.

Peran Infrastruktur Digital dalam Pemerataan Literasi

Rerie menilai keberhasilan program literasi digital sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama akses internet. Tanpa konektivitas yang memadai, masyarakat di daerah terpencil akan tetap tertinggal dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Ia menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur digital harus menjadi prioritas untuk mendukung transformasi literasi nasional. Hal ini mencakup peningkatan jaringan internet, perangkat digital, serta literasi teknologi bagi masyarakat.

Selain pemerintah, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dan komunitas dalam memperluas akses literasi. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan digital.

Literasi Digital sebagai Fondasi Generasi Masa Depan

Lestari menilai bahwa penguatan literasi digital melalui SIBI merupakan bagian dari upaya jangka panjang membangun generasi yang cerdas dan berdaya saing. Literasi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi perubahan global.

Ia berharap integrasi sistem perbukuan digital dapat menjadi terobosan dalam pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Ke depan, penguatan sosialisasi, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor dipandang sebagai faktor penentu keberhasilan program ini. Pemerataan literasi tidak hanya menjadi target pendidikan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa.

Baca Juga “AMA menghentikan sementara pelayanan akibat penembakan di Balinggama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *